Bahasa Pemrograman Pascal

Bahasa Pemrograman Pascal

Pengertian dan penjelasan serta contoh contoh program pascal

I. Struktur Dan Komponen Dasar Program Pascal.
Struktur dari suatu program Pascal terdiri dari sebuah judul program dan suatu
blok program atau badan program. Badan program dibagi lagi menjadi dua bagian, yaitu
bagian deklarasi dan bagian pernyataan (statement).
A. Struktur program :
Judul Program PROGRAM nama-program;
Blok Program
Bagian deklarasi
deklarasi label LABEL nama-label;
deklarasi konstanta CONST…………..;
deklarasi tipe TYPE …………….;
deklarasi variabel VAR ……………...;
deklarasi prosedur PROCEDURE nama-prosedur;
……………………………….;
deklarasi fungsi FUNCTION nama-fungsi;
………………………….;
Bagian Pernyataan
Begin

(statement)
…………;
…………;


end.


Contoh : Menghitung perkalian dua bilangan bulat


PROGRAM Perkalian; {Judul}
VAR A,B,Hasil : Integer; {Deklarasi variabel}
BEGIN


A := 2; {Statemant}
B := 1; {Statemant}
Hasil := A + B; {Statement}
Writeln (A,B,Hasil); {Statement}


END.

Judul program sifatnya adalah optional, dan bila ditulis, harus terletak pada awal dari
program dan diakhiri dengan titik koma.


Bagian deklarasi digunakan bila di dalam program digunakan pengenal ( identifier).
Identifier dapat berupa label, konstanta, tipe, variabel, prosedur dan fungsi. Kalau suatu
program menggunakan identifier, Pascal menuntut supaya identifier tersebut
diperkenalkan terlebih dahulu sebelum digunakan, yaitu dideklarasikan terlebih dahulu
pada bagian ini.

Beberapa aturan dalam program Pascal :


Akhir sebuah program Pascal ditandai dengan tanda baca titik (.) setelah END yang
paling akhir.
Tanda titik koma (;) merupakan pemisah antar instruksi satu dengan lainnya.
Beberapa statement boleh ditulis menjadi satu baris dipisahkan dengan tanda baca titk
koma (;)
Baris komentar diletakkan diantara tanda (* dan *) atau diantara tanda { dan }
B. Statement (pernyataan)
Adalah instruksi atau gabungan instruksi, yang menyebabkan komputer
melakukan aksi.

Type statement dalam Pascal terdiri atas :

1. Sederhana :
-menandai sebuah item data ke sebuah variabel (assigment statement)
contoh : X := Y * 2
-pemanggilan procedure dan goto statement


2. Terstruktur:
-Compound Statement
contoh : Begin
y := 2+1;
write (y);


 End.

-Repetitive Statement
contoh :
For I := 1 to 10 do
write (‘test’);


- Conditional Statement
contoh :
If x > 10 then write (‘belajar turbo pascal’)
else write (‘saya tidak belajar turbo pascal’) ;

B. Komponen Dasar Program Pascal
Pola susun bahasa Pascal dibentuk dengan menggunakan komponen bahasa
pemrograman yang umum, yaitu :

1.
Simbol Dasar
2.
Reserved Word (kata pasti)
3.
Identifier (penyebut)
1.
Simbol Dasar.
Simbol dasar terdiri atas :

1.
Simbol huruf, yaitu huruf A sampai dengan Z atau a sampai dengan z.
(huruf besar dan kecil).
2.
Simbol angka atau digit yaitu : 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9.
3.
Simbol khusus, yaitu
+ -* / ; := , ‘ = < > <= >= <> : { } ( ) [ ]
2.
Reserved Word (kata pasti)
Reserved Word adalah suatu kata yang secara mutlak tidak boleh diartikan lain dan
harus digunakan sebagaimana yang telah didefinisikan atau ditentukan kegunaanya
oleh bahasa Pascal. Reserved word ini tidak boleh didefinisikan ulang oleh pemakai,
sehingga tidak dapat dipergunakan sebagai pengenal (identifier)
Reserved Word ini jumlahnya berbeda untuk masing-masing bahasa Pascal.


Contoh beberapa reserved word yang telah didefinisikan oleh bahasa pascal antara
lain


AND ELSE LABEL SET
ARRAY END OF TYPE
BEGIN FUNCTION OR UNTIL
CASE FOR PROCEDUREVAR
CONST GOTO PROGRAM WHILE
DO IF RECORD WITH
DOWNTO IN REPEAT dsb

3.
Identifier (sebutan/pengenal)
Identifier merupakan sebuah kata yang digunakan sebagai nama atau sebutan
terhadap sesuatu didalam program. Pemakai dapat mendefinisikan sendiri suatu nama
sebagai identifier.

Identifier ini terdiri atas :

1.
Identifier Standar, yaitu identifier yang telah didefinisikan oleh bahasa pascal.
Contoh dari Identifier standar ini antara lain:
ABS LN
ARCTAN ODB
BOOLEAN PRED
CHAR ROUND
CHR READ
COS READLN
EOF SQR
EOLN SQRT
EXP SUCC


2.
Identifier Non Standar; yaitu identifier yang didefinisikan oleh pemakai bahasa
pascal; misalnya;
3.
nama suatu program
4.
nama suatu konstanta
5.
nama suatu variabel
6.
nama suatu procedure
Identifier ini bebas, tetapi dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
7.
terdiri dari gabungan huruf dan angka dengan karakter pertama harus berupa
huruf. Huruf besar dan huruf kecil dianggap sama.
8.
Tidak boleh mengandung blank.
9.
Tidak boleh mengandung simbol-simbol khusus, kecuali garis bawah.
10. Panjangnya bebas, tetapi hanya 63 karakter pertama yang dianggap signifikan.
Contoh :

Identifier Keterangan
NasiBungkus Benar
Belajar_Pascal Benar
NO2 Benar
1_dua Salah, karakter pertama harus huruf
Andi&tono Salah, tidak boleh mengandung simbol khusus
Penjuanglan bar Salah, tidak boleh mengandung spasi

II. Jenis – jenis data
Jenis – jenis data yang dikenal dalam bahasa pascal antara lain yaitu:

1. Jenis data sederhana
a. Jenis data yang standar; yaitu :
Integer
Real
Karakter
Boolean
b. Jenis data yang non standar (user defined), yaitu;
Enumerated
Sub-range
2. Jenis data berstuktur, yaitu:
a. Array
b. Record
c. Set
d. File
3. Jenis Data Pointer
INTEGER

Jenis data ini terdiri atas integer positif, integer negatif dan nol. Merupakan nilai
bilangan bulat.
Pada TURBO PASCAL jenis data ini di bagi atas beberapa bagian, yaitu :

Tipe Ukuran memori
(dalam byte)
Jangkauan nilai
BYTE 1 0..255
SHORTINT 1 -128..127
INTEGER 2 -32768..32767
WORD 2 0..65535
LONGINT 4 -2147483648..2147483647

Operator Integer terdiri atas : + , -, * , / , DIV dan MOD

REAL

Penulisan untuk jenis data ini selalu menggunakan titik desimal. Nilai konstanta numerik
real berkisar dari 1E-38 sampai dengan 1E+38 dengan mantissa yang signifikan sampai

dengan 11 digit. E menunjukkan nilai 10 pangkat. Nilai konstanta numerik real
menempati memori sebesar 6 byte.
Contoh :


123.45
12E5
12E+5
Pada TURBO PASCAL, jenis data ini dibedakan atas :

Tipe Ukuran memori
(dalam byte)
Jangkauan nilai Digit signifikan
SINGLE 4 1.5x10E-45 .. 3.4x10E38 7-8
DOUBLE 8 5.0x10E-324 .. 1.7x10E308 15-16
EXTENDED 10 1.9x10E-4951 .. 1.1x10E4932 19-20
COMP 8 -2E+63+1 .. 2E+63-1 19-20

Operator untuk jenis data ini terdiri atas : + , -, * dan /

KARAKTER

Yang dimaksud dengan jenis data ini adalah karakter tunggal atau sebuah karakter yang
ditulis diantara tanda petik tunggal, seperti misalnya ‘A’,’a’,’!’,’5’ dsb.

STRING

Nilai data string merupakan urut-urutan dari karakter yang terletak di antara tanda petik
tunggal. Nilai data string akan menenpati memori sebesar banyaknya karakter stringnya
ditambah dengan 1 byte. Bila panjang dari suatu string di dalam deklarasi variabel tidak
disebutkan, maka dianggap panjangnya adalah 255 karakter.

Contoh :

Var

Kampus : string[10];
Begin

Kampus := ‘Gunadarma’;

Write(Kampus);
End.

BOOLEAN
Jenis data ini mempunyai nilai TRUE atau FALSE.
Operator untuk jenis data ini adalah :

1. Logical Operator, yaitu : NOT, AND dan OR
2. Relational Operator, yaitu : >, <, >=, <=, <> dan =
JENIS DATA NON-STANDARD (USER DEFINED)

1. ENUMERATED.
Jenis data ini terdiri atas barisan identifier yang terurut dimana setiap identifier
tersebut dianggap sebagai suatu individual data item (elemen data yang berdiri
sendiri).

Pada saat mendeklarasikan jenis data ini kita harus menuliskan semua elemenelemennya.


Bentuk umum deklarasinya adalah :

TYPE nama = (data_item_1, data_item_2, ……., data_item_n);

Contoh :
TYPE hari = (sen,sel,rab,kam,jum,sab,ming);
TYPE warna = (red,blue,green,yellow,black,white);
Setelah jenis data ini dideklarasikan, maka selanjutnya kita dapat mendeklarasikan


suatu variabel yang berjenis data sama dengan jenis data ini.
Misalnya :
TYPE nama_hari = (sen,sel,rab,kam,jum,sab,ming);


VAR libur : nama_hari;
Fungsi standar yang dapat digunakan pada jenis data ini adalah :
PRED, SUCC dan ORD
Misalnya :


PRED (sel) = sen
SUCC (sen) = sel
ORD (sen) = 0


2. SUB-RANGE.
Jenis data ini berupa range dari suatu kumpulan data yang mempunyai urutan..
Bentuk umum deklarasinya adalah :

TYPE nama = data_item_pertama .. data_item_terakhir;

Contoh :

1.
TYPE jam_kuliah = 1 .. 10;
tanggal = 1 .. 31;
abjad = ‘A’ .. ‘Z’;
2.
TYPE bulan = (jan,feb,mar,apr,mei,jun,jul,agt,sep,okt,nov,des);
hari = (sen,sel,rab,kam,jum,sab,ming);
ata = agt .. jan;
pta = feb .. jun;
hari_kerja = sen .. jum;
TANDA OPERASI

Tanda operasi (operator) di dalam bahasa Pascal dikelompokkan ke dalam 9 kategori,
yaitu

1. Assignment operator.
2. Binary operator.
3. Unary operator.
4. Bitwise operator.
5. Relational operator.
6. Logical operator.
7. Address operator.
8. Set operator.
9. String operator.
Assignment operator

Assignment operator (operator pengerjaan) menggunakan simbol titik dua diikuti
oleh tanda sama dengan (:=).


Binary operator

Digunakan untuk mengoperasikan dua buah operand. Operand dapat berbentuk
konstanta ataupun variabel. Operator ini digunakan untuk operasi aritmatika yang
berhubungan dengan nilai tipe data integer dan real.

Opera
tor
Operasi Tipe operand Tipe hasil
* Perkalian real,real
integer,integer
real,integer
real
integer
real
DIV Pembagian bulat integer,integer integer
/ Pembagian real real,real
integer,integer
real,integer
real
real
real
MOD Sisa pembagian integer,integer integer
+ Pertambahan real,real
integer,integer
real,integer
real
integer
real
-pengurangan real,real
integer,integer
real,real
real
integer
real

Contoh :
15*5 hasilnya 75
20/3 hasilnya 6.6666666667E+00
20 div 3 hasilnya 6
20 mod 3 hasilnya 2
Unary operator

Operator ini hanya menggunakan sebuah operand saja. Dapat berupa unary minus
dan unary plus. Unary minus digunakan untuk menunjukkan nilai negatif, baik pada
operang numerik real maupun integer. Unaru plus adalah operator untuk memberai tanda
plus.

Contoh :

-5 +7

-2.5 +2.5

Bitwise operator

Digunakan untuk operasi bit per bit pada nilai integer. Terdiri dari operator NOT,
AND, OR, XOR, Shl, Shr.

Relational operator

Relational operator digunakan untuk membandingkan hubungan antara dua buah
operand dan akan didapatkan hasil tipe boolean, yaitu True atau False. Terdiri dari
operator : =, <, >, <=, >=, <>

Logical operator

Terdapat 4 buah logical operator yaitu : NOT, AND, OR dan XOR. Operator ini
bekerja dengan nilai-nilai logika, yaitu True dan False.

Set operator

Digunakan untuk operasi himpunan.

String operator

Digunakan untuk operasi string. Hanya ada sebuah operator string saja, yaitu
operator + yang digunakan untuk menggabungkan dua buah nilai string.

Contoh :

Nama1 := ‘Arief ‘;

Nama2 := ‘Kurniawan’;

Nama3 := Nama1 + Nama2;

2.4. Konstanta, Variabel dan Ekspresi.
Konstanta.

Konstanta adalah suatu identifier non-standar yang nilainya telah ditetapkan dalam suatu
program dan dideklarasikan pada bagian deklarasi.

Bagian umum deklarasinya adalah :

CONST identifier = nilai;

Variabel.

Variabel adalah suatu identifier non-standar yang nilainya tidak tetap atau nilainya
merupakan hasil dari suatu proses.
(variabel yang dimaksudkan disini sama seperti halnya arti variabel pada aljabar).


Bentuk umum deklarasinya adalah :


1. Jika hanya 1 (satu) variabel yang dideklarasikan :

VAR identifier : jenis data;

2.
Jika lebih dari 1 (satu) variabel dan masing-masing memiliki jenis data yang sama :
VAR id-1, id-2, …., id-3 : jenis data;
3. Jika beberapa variabel yang berbeda jenis datanya :
VAR identifier-1 : jenis data;

identifier-n : jenis data;

4. Jika variabel yang dideklarasikan berjenis data non-standar :
TYPE id = (data_item_1,data_item_2,…,data_item_n);
VAR id-v : id;
SUB-RANGE :
TYPE id = data_item_pertama .. data_item_terakhir;


VAR id-v : id;

Ekspresi.

Sebuah ekspresi merupakan kumpulan dari operand-operand (seperti : bilangan,
konstanta, variabel dll) yang bersama-sama dengan operator membentuk suatu bentuk
aljabar dan menyatakan suatu nilai.

Ada 2 (dua) jenis ekspresi dalam bahasa Pascal, yaitu :

1.
Ekspresi numerik / aritmatika, yaitu suatu ekspresi yang menghasilkan nilai
numerik / aritmatika.
2.
Ekspresi Boolean atau ekspresi logika, yaitu suatu ekspresi yang menghasilkan
nilai boolean / logika (true/false).
Contoh :

1. (b*b –4*a*c)/(2*a) /(2*a)
ekspresi numerik, jika a,b dan c adalah
bilangan (variabel bernilai numerik).
2. Upah < 1000.0
ekspresi boolean (“upah” adalah suatu variabel bernilai real).

2.5. Input dan output (Standar I/O).
Dalam bahasa Pascal untuk keperluan input (membaca input) digunakan identifier
standar READ atau READLN.
Identifier standar ReadLn sedikit berbeda dengan Read. ReadLn digunakan untuk
memasukkan data perbaris, artinya setelah tombol Enter ditekan, maka akan ganti baris,
sedangkan Read tidak ganti baris, masih dalam baris yang sama.

Sedangkan untuk keperluan output (mencetak output) digunakan identifier standar
WRITE atau WRITLN.
Perbedaan Write dengan WriteLn adalah bahwa Write menampilkan hasil tanpa ganti
baris dan tampilan berikutnya akan disambung dalam baris yang sama. Sedang WriteLn
digunakan untuk menampilkan tampilan perbaris, akan ganti baris untuk tampilan
berikutnya.

Bentuk umum penulisannya :

1.
READ (variabel input) ;
Atau

READLN (variabel output);

2.
WRITE (variabel output);
WRITELN (variabel output);

Iklan

loading...