Teman Seperjuangan


Dunia kampus itu penuh warna-warni layaknya perjalanan kita yang penuh suka dan duka. Setiap titik awal akan ada titik akhir. Bagaimana kita memulainya dengan susah payah, dan menjalani hari-hari selanjutnya. Hingga kita berada disuatu hari yang dinantikan, akhir dari semua perjalanan.


wearnes
Alumni Wearnes

Hai sahabat-sahabat seperjuanganku? Perjuangan kita belumlah usai, masih ada titik akhir yang harus kita lalui. Namun, sebelum kita mengakhiri perjuangan misi ini, aku ingin menuliskan kembali cerita tentang kita sebagai pengingat antara diriku dan kalian yang pernah bersama bergelut dengan peluh dalam hari-hari panjang yang kita lalui bersama. Sebagai pengingat kembali jika kita pernah berasal dari tak saling mengenal, kemudian saling kenal hingga akhirnya kita benar-benar saling tahu apa adanya.

 Ketika pertama bertemu, aku dan kamu adalah orang-orang asing

 
three ideot
Three idiot
Banyak diantara kita berasal dari sekolah yang berbeda-beda. Bahkan ada yang berasal jauh dari pulau tempat kita berpijak saat ini. Kita sama-sama orang asing yang baru akan memulai perjuangan, bagaimana cara berjuang pun tak tahu pasti. Hanya ada satu kata yang mewakili benak kita saat itu “BELAJAR”. Sapaan sederhana, mengawali percakapan yang terbata-bata. Namun, tak jarang ada yang langsung nyelonong nyamber tangan untuk kenalan. Diskusi pun kian mengalir tatkala kita dibebani tugas yang sama. Hendak kemana kita bertanya dan berbagi jika bukan kepada sesama pejuang baru?

Perjuangan pertama bukan tentang “Belajar” di bangku kuliah. Tapi perkenalan dan pembentukan “Mental” lebih tepatnya.

Kita adalah orang yang sama-sama pernah merasa, bagaimana tertatihnya untuk bisa duduk tenang di bangku kuliah. Pelajaran pertama yang kita terima adalah perkenalan dan pembentukan “Mental” kata mereka. Kita pernah merasa bagaimana harus diam dan tunduk menatap lekat sang bumi dalam ribuan detik yang terlalui. Kita pernah merasa bagaimana keringat mengucur deras membahasi kemeja putih, lalu pernah merasa bagaimana rasanya senam siang di bawah terik mentari yang silau. Kita pun pernah merasa bagaimana rasanya berlari di tengah malam dalam kepasrahan yang begitu adanya. Serasa kita telah paham pada kata “Tunduk dan Ambil Posisi”, tapi begitu memang adanya. Karena kita terlahir dalam waktu dan masa yang sama. Masa yang akan terus dikenang tapi tak seorang pun ingin mengulang. Bukankah begitu?

Perjuangan sesungguhnya pun dimulai
 
anak alay
anak alay
Betapa bahagia rasanya tatkala kita dinyatakan “Sah sebagai mahasiswa”, dan telah selesainya serangkaian prosesi penerimaan yang penuh peluh namun berderai tawa akhirnya. Bahkan aku pun masih mengingat hari itu, karena gembiranya beberapa diantara kalian hingga memeluk dan menciumi tiang himpunan. Mungkin itu adalah bagian dari pengekspresian cinta dan peluh yang akhirnya usai. Tapi, ternyata perjuangan sesungguhnya pun baru dimulai esok hari. Ada hari-hari yang lebih menantang untuk ditaklukkan. Bukan lagi senam siang, berlari dan tunduk dalam keheningan malam. Tapi, lebih dari itu.


 Selamat datang tugas, mari berjuang..

Tugas-tugas kuliah pun silih berganti, ini adalah kewajiban yang harus terpenuhi untuk bisa menyelesaikan kepingan-kepingan perjuangan. Tugas-tugas besar dan rangkaian kegiatan mata kuliah bagaikan puzzle IJAZAH, kalau kurang satu berarti belum bisa menjadi IJAZAH. Dan inilah tantangan yang akan kita taklukkan bersama.

Asistensi adalah moment yang mendebarkan

Untuk menyelesaikan tugas besar pun tak semudah mengerjakan tugas kecil, yang selesai dibuat bisa dikumpulkan. Tugas besar punya prosesi sendiri. Proses yang perlu dilalui sebelum mengumpulkan adalah asistensi. Asistensi dilakukan oleh Dosen maupun Asdos (Asisten Dosen). Proses asistensi bertujuan untuk mengarahkan pengerjaan yang benar. Pertama kali asistensi adalah hal yang mendebarkan. Belum lagi beberapa senior suka menakut-nakuti katanya beginilah, begitulah..yaa.. alhasil pertemuan pertama asistensi kaki dan tangan menjadi dingin, jantung berdebar-debar.. seiring berjalan waktu ternyata tak selamanya seperti itu. Kadang prosesnya mengalir saja seperti air.

Menunggu adalah hal yang menyebalkan. Tapi, disaat menunggu selalu ada cerita lucu.

Terkadang bukan proses asistensinya yang membosankan, tapi menunggu adalah hal yang menyebalkan. Kita harus rela menunggu dalam waktu yang lama hanya untuk satu tugas. Padahal dalam waktu menunggu kita bisa menyelesaikan tugas lainnya. Bahkan menunggu pun belum ada kepastian apakah kita akan asistensi atau diundur lagi. Tapi, tetap saja kita setia menunggu hingga kepastian jadi atau tidaknya tiba, meski diakhir senja atau malam.
Sekalipun menunggu adalah hal yang menyebalkan. Tapi, bersama kalian rasa bosan pun musnah. Apalagi kalian senang sekali bercanda, derai tawa terus saja mengalir bahkan kita pun terkadang lupa jika kita telah menunggu berjam-jam.

 Aku akan rindu tentang kita, bersama tumpukan kertas hingga pagi bertemu pagi lagi

Aku dan kalian akan rindu, tertawa bersama ditengah malam yang meringkuk kita untuk tetap setia di depan laptop masing-masing hanya untuk menyelesaikan lembaran demi lembaran masa depan. Yang terkadang antara kita merasa tersudutkan dan terlupakan, hanya karena lupa saling mengabari. Bahkan begitu banyak peluh kita bersama, tak sadar pagi bertemu pagi lagi dan ternyata baju kita masih sama dari kemarin. Kala makan malam ala kadarnya terasa sangat spesial bahkan lebih terasa nikmat karena kita menyantapnya bersama-sama. Hal-hal sederhana yang pada masa depan nanti adalah kenangan yang tak pernah bisa diremove dari ingatan.

Bukan hanya kuliah, tapi berorganisasi membuat kita semakin kompak.

Tak lengkap rasanya jika kita hanya sekedar kuliah. Berkreasi saat menjadi mahasiswa melalui organisasi adalah salah satu caranya. Semakin bersama kita semakin kompak. Sekalipun tak bisa terelakkan kita pernah berada dititik terjenuh dalam kebersamaan atas nama "tanggung jawab dan amanah". Meski tak sehebat apa yang pernah kita rencanakan bersama ketika ingin membangunnya, tapi setidaknya kita pernah melewati masa-masa perjuangan membangunnya.


Betapa bahagia saat kita bisa menyelesaikan tugas besar bersama-sama
      Bahagia rasanya saat usaha dan peluh yang kita lalui terbayar kala tugas besar bisa masuk, dan kita berhasil mendapat tiket ujian. Ada satu lagi yang mesti kita lalui yaitu ujian semester.

Liburan akhir semester adalah hadiah atas usaha, dan sebagai waktu untuk merefresh diri atas kepenatan dunia kampus.
bedugul
bedugul
Dan liburan akhir semester menjadi penawar penat kita selama beberapa bulan lamanya. Betapa senangnya saat tiba dipenghujung semester, ketika kita bersama-sama merencanakan liburan. Liburan sederhana, menikmati alam atau sekedar makan-makan.

Namun tak selamanya kita akan beriringan, ada kalanya kita menentukan langkah sendiri.

Ketika waktu telah berlalu, dan keadaan pun berubah. Apakah kita masih bisa seakrab kemarin?
Aku tersadar jika hari ini, kita tak lagi beriringan layaknya kemarin. Karena saat ini kita tengah melangkah sendiri. Mulai dari beda kelas hingga perjalanan menuju akhir, meski kita punya satu tujuan yang sama “LULUS”. Tak jarang kita lebih susah menemukan waktu yang sama untuk sekedar bersama dalam beberapa jam. Tapi, bertemu di bawah pohon inspirasi dalam beberapa menit sudah lebih dari cukup untuk kita yang tengah berjuang menuju titik akhir dari masa ini.

Dulu kita pernah berjanji untuk bisa lulus bersama, tapi kenyataannya tak bisa seindah rencana kita

Akan menjadi lengkap ketika kita yang dulu memulai perjuangan ini bersama lalu mengakhirinya pun secara bersama. Tapi, apa daya. Rencana kita tak seindah rencana Tuhan. Karena pada akhirnya kita akan menentukan langkah selanjutnya sendiri.

Tak mengapa kita tak lulus bersama, asal kita tetap saling mengingat dan mensupport.

Sekalipun tak bisa lulus bersama, memakai seragam yang sama dan atribut perayaan akhir misi yang sama.. Semoga kita tetap saling mengingat dan mensupport. Tetap menjadi teman seperjuangan, yang akan terus ingat kalau apa yang kita raih dimasa depan adalah bagian dari perjuangan bersama orang-orang yang dulu asing lalu menjadi keluarga yang tak sedarah. 

Terima kasih teman,


Terima kasih teman, telah menjadi bagian dari cerita kuliah'ku. Telah menjadi bagian dari skenario yang Tuhan berikan dalam hidupku. Mengenal kalian meski bertahun-tahun tak akan pernah bosan dan lekang dalam ingatanku. Kalian adalah teman seperjuangan  masa depan. Semoga Tuhan berkenan mempertemukan kita lagi dimasa depan dalam keadaan yang jauh lebih baik.. 


Salam Persahabatan

Iklan

loading...